Pengertian Pendidikan Secara Sempit Mengapa manusia diciptakan Tuhan? Hanya Allah Swt yang yang tahu. Tetapi mengapa manusia lebih istimewa dari mahluk lain? Itu dia persoalannya. Manusia adalah satu diantara mahluk yang diciptakan Tuhan yang memiliki keistimewaan tersendiri dari mahluk yang lain seperti bangsa jin, iblis, setan, binatang dan tumbuhan, tetapi dalam hal ini kita tidak akan berdalam-dalam dengan mahluk Tuhan dari bangsa jin, iblis, setan, binatang dan tumbuhan (cari sumber lain). Yang jelas dengan mahluk didunia ini diciptakan Tuhan mempunyai perbedaan secara hakiki. Mereka disebutkan disini hanya sebagai perbandingan untuk mendalami persoalan utama uraian ini yaiitu manusia sebagai objek pendidikan. Mahluk Jin, ibilis dan setan adalah mahluk gaib, semestara tumbuhan mahluk tampa roh, tetapi binatang dan manusia mempunyau dua jasad, jasmani dan rohani. Binatang yang lahir bisa langsung hidup mandiri karena secara fisik telah sanggup melanjutkan kehidupan sendiri. Ketika lahir hampir sempurna secara fisik, karena Tuhan telah memberikan instink (naluri) sebagai kemampuan tertinggi. Kalau manusia tidak, ia lahir dengan ketidakberdayaan, di mana instink yang diberikan Tuhan kepada manusia hanya kemampuan dasar tumbuh secara pelan-pelan sesuai dengan irama perkembangan masing-masing, yang memerlukan orang lain, karena ketidakberdayaanya untuk hidup sendiri dengan bekal intink. Ketidakberdayaan ini mengharuskan anak mendapatkan bantuan orang lain (orang dewasa) melalui pergaulan untuk dapat menjadi manusia, sebab kalau tidak, ia akan menjadi manusia dalam bentuk lain, seperti kisah Tarzan di India. Kalau binatang tidak akan mempunyai kemungkinan untuk menjadi seperti manusia walaupun ia dipelihara oleh manusia, tetapi berbeda dengan manusia yang mempunyai kemungkinan untuk itu. Dan saya berani mengatakan bisa lebih dari binatang. Mengapa begitu? Carikan jawabannya ya. Orang dewasa yang pertama yang bertanggung jawab untuk itu adalah kedua orang tuanya, dan orang dekat lainnya di rumah seperti nenek, datuk, kakak beradik, seterusnya tetangga, orang se kampung, se kecamatan, se kabupaten/kota, se propinsi, dan sermua orang di dunia yang tanpa batas. Baik secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui media, radio, televisi, internet dan sejenisnya. Mereka semua punya kewajiban membantu anak agar tumbuh dan berkembangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masingmasing, dalam suatu pergaulan yang sesuai dengan tuntutan agama, bangsa dan negara yang berlaku. Karena keterbatasan waktu dan tenaga, tak selamanya orang tua mampu menjalankan tugas pendidikan yang semakin rumit, maka sebagiannya diserahkannya dengan lembaga pendidikan format atau disebut persekolahan dan apabila masih tersisa keinginan orang tua atau anak sendiri masih dapat disalurkan kepada lembaga pendidikan luar persekolahan (pendidikan luar sekolah) - yang tidak terikat oleh umur, waktu dan tempat. Kalau di rumah anak berhubungan dengan orangtuanya dan keluarga dekat dan tetangga, tetapi kalau di sekolah yang bergaul/ berhubungan dengan guru, konselor dan tenaga lainnya, sementara kalau di pendidikan luar sekolah ia bertemu dengan pamong belajar. Baik guru maupun pamong belajar adalah wakil orang tua peserta didik – suka atau tidak suka harus menghadapi anak didiknya sesuai dengan hakikat pendidikan. Instink pada mansuia adalah kemampuan awal (syarat) untuk terus berkembangan sedangkan pada binatang instink adalah kemampuan tertinggi yang diberikan Tuhan. Manusia memalui pergaulan dengan sesamanya akan dapat mengembangkan diri sampai batas luar biasa, maka bantuan yang diberikan kepada anak untuk itu harus bersifat paedagogis atau mendidik, yaitu usaha memimpin anak secara perlahan-lahan agar ia mampu berbuat dan menjadi dewasa pula serta sampai menjadi mahluk yang sempurna. Fungsi mendidik ini hanya ada pada manusia, dan tidak ada pada mahluk lain. Karena itu pada binatang tidak akan ada perubahan kehidupan yang berarti oleh pengaruh pendidikan (pelatihan) karena ia tidak dikaruniai akal. pengertian-pendidikan-berdasarkan- lingkupnya - dan - berdasarkanpendekatan- monodisipliner. Dalam arti sempit, pendidikan dalam prakteknya identik dengan persekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol., dengan karakteristik sebagai berikut: 1. Tujuan pendidikan dalam arti sempit ditentukan oleh pihak luar individu peserta didik. Sebagaimana kita maklumi, tujuan pendidikan suatu sekolah atau tujuan pendidikan suatu kegiatan belajar-mengajar di sekolah tidak dirumuskan dan ditetapkan olehr para siswanya. 2. Lamanya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup bervariasi, mungkin kurang atau sama dengan enam tahun, sembilan tahun bahkan lebih dari itu. Namun demikian terdapat titik terminal pendidikan yang ditetapkan dalam satuan waktu. Pendidikan dilaksanakan di sekolah atau di dalam lingkungan khusus yang diciptakan secara sengaja untuk pendidikan dalam konteks program pendidikan sekolah. Dalam pengertian sempit, pendidikan hanyalah bagi mereka yang menjadi peserta didik (siswa/mahasiswa) dari suatu lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi). Pendidikan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar yang terprogram dan bersifat formal atau disengaja untuk pendidikan dan terkontrol. Dalam pengertian sempit, pendidik bagi para siswa terbatas pada pendidik profesional atau guru.